Boarding School

(Created by Puja Albany)

Sistem pendidikan di Indonesia kini tengah mengalami perkembangan yang signifikan, terlihat dari mulai menjamurnya lembaga pendidikan yang memadukan sistem pengajaran berbasis ilmu pengetahuan dan agama. Apakah anda tahu tentang boarding school? Boarding School tidak lain adalah sistem sekolah dengan asrama, peserta didik tinggal dalam lingkungan sekolah dalam waktu tertentu biasanya satu semester diselingi dengan berlibur satu bulan sampai menamatkan sekolahnya.

Di lingkungan sekolah ini mereka dipacu untuk menguasai ilmu dan teknologi secara intensif sedangkan selama di lingkungan asrama mereka ditempa untuk menerapkan ajaran agama atau nilai-nilai khusus serta mengekspresikan rasa seni dan keterampilan hidup di hari libur. Hari-hari mereka adalah hari-hari berinteraksi dengan teman sebaya dan para guru. Rutinitas kegiatan tersebut berlangsung dari pagi hingga malam sampai bertemu pagi lagi. Hampir setiap hari kegiatan mereka selalu dilingkupi oleh dinamika kehidupan yang serba sama karena sesuai dengan jadwal kegiatan yang diberikan oleh pihak lembaga pendidikan tersebut.

Pendidikan berasrama telah banyak melahirkan tokoh besar Seperti halnya Filosof Plato hingga cendekiawan. Yang perlu menjadi catatan adalah bahwa mereka memang orang-orang yang bercikal bakal menjadi the great man and indigenous people. Apakahboarding school memang bukan untuk pendidikan orang biasa? Atau sekolah ini khusus melahirkan calon-calon orang besar?

Membangun Pendidikan Menjadi Lebih Baik

Kehadiran boarding school merupakan alternatif baru dalam membangun sistem pendidikan berbasis teknologi dan agama. Keberadaan boarding school tentu diharapkan dapat merubah paradigma sistem pendidikan yang selama ini memisahkan antara ilmu pengetahuan dan agama. Beberapa faktor muncul akibat ketidak puasan masyarakat akan sistem pendidikan yang berlangsung selama ini. Pertama, lingkungan sosial kita kini telah banyak berubah terutama di kota-kota besar. Sebagian besar penduduk tidak lagi tinggal dalam suasana masyarakat yang homogen, kebiasaan lama bertempat tinggal dengan keluarga besar telah lama bergeser ke arah masyarakat yang heterogen, majemuk, dan plural.

Hal ini berimbas pada pola perilaku masyarakat yang berbeda karena berada dalam pengaruh nilai-nilai yang berbeda pula. Oleh karena itu, sebagian besar masyarakat yang terdidik dengan baik menganggap bahwa lingkungan sosial seperti itu sudah tidak lagi kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan intelektual dan moralitas anak.

Kedua, keadaan ekonomi masyarakat yang semakin membaik mendorong pemenuhan kebutuhan di atas kebutuhan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. Bagi kalangan menengah ke atas yang baru muncul akibat tingkat pendidikan mereka yang cukup tinggi sehingga mendapatkan posisi-posisi yang baik dalam lapangan pekerjaan berimplikasi pada tingginya penghasilan mereka. Hal ini mendorong niat dan tekad untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya melebihi pendidikan yang telah diterima orang tuanya.

Ketiga, cara pandang religiusitas. Kecenderungan terbaru masyarakat perkotaan sedang bergerak ke arah yang semakin religius. Indikatornya adalah semakin diminati dan semaraknya kajian dan berbagai kegiatan keagamaan. Modernitas membawa implikasi negatif dengan adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan ruhani dan jasmani. Untuk itu masyarakat tidak ingin hal yang sama akan menimpa anak-anak mereka. Intinya, ada keinginan untuk melahirkan generasi yang lebih agamis atau memiliki nilai-nilai hidup yang baik mendorong orang tua mencarikan sistem pendidikan alternatif.

Dari ketiga faktor di atas, sistem pendidikan boarding school seolah menemukan pasarnya. Dari segi sosial, sistem boarding schoolmengisolasi anak didik dari lingkungan sosial yang heterogen yang cenderung buruk. Di lingkungan sekolah dan asrama dikontruksi suatu lingkungan sosial yang relatif homogen yakni teman sebaya dan para guru pembimbing. Homogen dalam tujuan yakni menimba ilmu untuk menggapai harapan hidup yang lebih berkualitas.

Dari segi ekonomi, boarding school memberikan layanan yang paripurna sehingga menuntut biaya yang cukup tinggi. Oleh karena itu, anak didik akan benar-benar terlayani dengan baik melalui berbagai layanan pendidikan dan fasilitas yang baik.

Terakhir dari segi semangat religiusitas, boarding schoolmenjanjikan pendidikan yang seimbang antara kebutuhan jasmani dan rohani, intelektual dan spiritual. Diharapkan akan lahir peserta didik yang tangguh secara keduniaan dengan ilmu dan teknologi, serta siap secara iman dan amal soleh.

Kondisi di atas memungkinkan para siswa berkembang menjadi pribadi yang utuh (insan kamil) sebagai prasyarat untuk menjadi pemimpin. Dimana, pemimpin harus memiliki sifat-sifat yang baik seperti: creativity, morality, courage, knowledge, dancommitment. Calon pemimpin minimal harus memiliki kelima sifat-sifat positif tersebut, mengingat pemimpin bisa menjadi simbol moral dan pemersatu bagi komunitasnya, pemimpin harus bisa menjadi agent of development menuju kesejahteraan, kemakmuran. Seorang pemimpin harus mampu membawa komunitasnya melangkah jauh ke depan.

Manfaat Boarding School

1. Peserta didik fokus kepada pelajaran
2. Pembelajaran hidup bersama
3. Terhindar dari hal-hal yang negatif seperti merokok narkoba
4. Bebas dari kemacetan saat peserta didik berangkat sekolah
5. Bebas dari tawuran
6. Bebas dari tayang/ film/ sinetron yang tidak mendidik
7. Lingkungan nyaman, udara bersih bebas polusi
8. Orang tua tidak terlalu khawatir terhadap anaknya, karena aman

Namun, pada akhirnya apapun sistem pendidikan yang banyak ditawarkan oleh berbagai lembaga pendidikan baik berbasisboarding school atau tidak, semua pilihan berada di tangan kita. Kitalah yang tahu apa yang terbaik bagi masa depan putra putri kita semua

SMA Sulthon Aulia Boarding School

Jl. Batu Tumbuh I, Radar Selatan, Jaticempaka
Pondok Gede

 (021) 84902927, 0851 08163700      Fax : (021) 84902930
 humas@sulthonaulia.org